UncategorizedSeptember 30, 2006 2:42 pm

What i have in mind was "is there any too late??"

Hmm.. to be honest, i got confused now. Especially with Tizi. I dont understand him. Disuatu waktu he was always too busy with his work, but in a while he can be soo romantic. But I am not sure again with him. This week he was telling me that he want me to be with him and He want me to be sure that he really loves me. Sometimes i was thinking, beneran gak sih dia ngomong kayak gitu. He want me to fly to Milan (and sometimes i’m tired of this.. )

Sejujurnya, rasa sayang itu masih ada. Cuman, gak yakin. Rasa sayang yang begitu dalam itu udah berkurang dan sedikit demi sedikit hampir hilang. Apakah ini ada sangkutannya dengan orang ketiga ya?? atau orang ke-empat. Mungkin kehadiran mas jaff sedikit mempengaruhi kali ya??

Mungkin udah saat nya harus memikirkan sejenak baik buruknya. Keseriusannya. Dan mungkin juga sholat istikarah dan minta petunjuk hanya pada-NYA.

UncategorizedSeptember 29, 2006 7:01 pm

MY GOD, Asli, antara kaget dan senang.

Tau ga sih, Mas Jaff itu Muslim… Berarti ucapan dia waktu itu adalah beneran yah??

Gilaaa… gue kaget tapi seneng banget denger nya.

Gak Percaya…

But, Alhamdulillah… I’m happy to hear that…

Mas Jaff emang penuh kejutan..

Makin cinta deh ama mas Jaff..

Berharap bulan desember cepat datang…

 

Uncategorized 6:48 pm

Tak disangka, sekali mengayuh dua pulau terlampaui.. hehehe

pas banget lagi mau booking hotel green paradise, ternyata pas banget mas jaff online. Entah kenapa, meskipun gue tau kalo dia itu salah satu playboy (cap apa ya??? ), tapi rasanya ngobrol ama dia tuh emang paling asyik banget. gue sama dia bisa ceplas ceplos apa adanya.. ngeledekin dia, becanda sampe ketawa-ketawa sakit perut.. duh.. dia emang gak ada dua nya deh..

 

Fotona bagus banget yaah.. duh..duh.. 

Foto itu diambil di German, tepatnya di kota Hamburg..

Mas Jaff, I miss you soo much 

 

Uncategorized 3:45 pm

huaaaa.. hari ini puasa hari ke enam.

Gak berasa yaah.. tau-tau ntar lebaran deh.

cuman, buat gue next week pasti jadi berasa.. apa lagi mesti ke Medan dan ke Banda Aceh

which is jam puasanya lebih panjang bowww

rencana jalan ke tuna grahita ditunda ke tanggal 14 oktober aja deh.

eniwei, hari ini gue, ratna , tari and papi max ketemuan di pisa cafe. sayang nya lucy and david gak bisa dateng.

Asli deh, full ketawa sambil cerita2 pengalaman taun lalu.. weiitss.. gak berasa yaa.. udah taun lalu ajaaa…

Kalo diinget-inget, kita satu tim tuh isinya orang-orang gila semua. Mulai dari Papi max yang generasinya udah seperti bokap, tp asli masih trendy dan awet muda (mungkin karena ngajar anak2 muda kali yaa) hehe.. trus blm lagi ratna yang gokil..

padahal kalo dipikir2, kita tuh waktu itu baru sama2 ketemuan di project yang sama.. tp untung banget klop.. jadi, adaaaa aja kenangannya.. 

Apa lagi pas crita2 di Bali, Jogja dan Medan. Duuh.. gak ada mati nya deh.. Gue sampe2 mesti nahan sakit perut kalo keingetan ama cerita mereka..

Tadi sempet nelp pak sunil. niatnya mau ngajak dia sambil reunian. But too bad, he is kinda busy with work.. kyknya selaluuu busy,..busyy.. heehe

 Kita pulang jam 9an.. trus nyampe rumah langsung ngeblog deh..

sekarang mau bobo dulu yaaa 

 

 

 

UncategorizedSeptember 25, 2006 9:03 am

Hari ini adalah puasa hari ke dua.
Sepertinya hari ini sama seperti hari kemaren.
Cuaca di luar sana keliatannya puanas banget.

Puasa hari pertama cukup lancar, meskipun agak sedikit cemas juga.
Soalnya takut kenapa-kenapadengan perutku yang masih
dalam tahap pengobatan ini.

Semalam tarawih di masjid Al Kautsar. Mesjid yang letaknya
hanya beberapa langkah aja dari rumahku. Lumayan, udah 2 hari
aku tarawih. Mudah-mudahan sih bisa pol. Cuman sayangnya,
kemaren pas tarawih, aku berada di atas kipas angin.
Al hasil, hari ini lumayan flu berat dengan suara yang
cukup berat. Sempet gak enak juga sih ama anak-anak di
ruangan ini. Abis kedengerennya jorki gituw.
Tapi mau gimana lagi??? ini kan bukan kemauanku untuk sakit.
Heran deh, kadar imune kuwh kyknya udah mulai menurun.

Hari ini tidak terlalu banyak yang dikerjakan di kantor.
Jam masuk kantor juga lumayan singkat.
Dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore.
Aku lagi kebingungan cari data pendengar radio nih.
Plus kebingungan juga mencari responden motor.
tapi sempet lempar ke milis. Ada beberapa yang reply.

Hmm.. hari ini juga kurang bobo nih. Mungkin ini juga yang
menyebabkan metabolisme tubuh gue ambruk. Semalam bobo jam
setengah dua-an. Trus bangun sahur jam setengah 4. Trus
tidur lagi jam 5 kurang abis sholat subuh. Bangun lagi
jam 8 pagi. Whoooaaa.. masih nguantuksss…

Selildik punya selidik, katanya minggu-minggu ini aku
bakalan ke Banda Aceh dan Medan lagi nih.
Duuuh.. rasanya kurang afdol deh kalo puasa di luar kota.
Selain jam puasanya lebih panjang (mengingat di Aceh baru
buka puasa jam 7 boww.. ) dan pastinya abis sahur aku
berangkat ke airport. karena flight ke Aceh itu kalo tak
salah adanya jam 6.30 am or 7.30 am.

Ahhh.. sudahlah..
aku mesti jaga stamina nih..
Biar gak sakit berkepanjangan.

Anyway, selamat berpuasa dan berbuka puasa yaaa…

UncategorizedSeptember 24, 2006 4:37 pm

Muslims world wide observe total fasting (no food or water) between dawn to sunset in the month of Ramadan. They do so not for losing weight or any medical benefit, but as it is ordained in Quran which says. "O you who believe! Fasting is prescribed to you, as it was prescribed for those before you (i.e. Jews, & Christians) so that you may (learn) self-restraint."( 2:183 ) According to Islamic Laws, children below the age of 12, sick patients, travelers, and women who are menstruating or nursing a baby are exempt from fasting.

 In addition to staying away from food or water for the whole day, they are asked to stay away from sex, smoking or misconduct during the period of fast. In addition, they are encouraged to do more acts of piety i.e. prayer, charity, or reading Quran during this month. Food is needed by the body to provide energy for immediate use by burning up carbohydrates, that is, sugar. Excess of carbohydrates which cannot be used is stored up as fat tissue in muscles, and as glycogen in liver for future use. Insulin, a hormone from the pancreas, lowers blood sugar and diverts it to other forms of energy storage, that is, glycogen.

To be effective, insulin has to be bound to binding sites called receptor. Obese people lack receptor; therefore, they cannot utilize their insulin. This leads to Insulin Resistance and Glucose Intolerance.. When one fasts (or decreases carbohydrate intake drastically), it lowers his blood glucose and insulin level. This causes breakdown of glycogen from liver to provide glucose for energy need and breakdown of fat from adipose tissue to provide for energy needs. On the basis of human physiology described above, semi-starvation (ketogenic) diets have been devised for effective weight control.

These diets provide calculated amount of protein in divided doses with plenty of water, multi-vitamins, etc. These effectively lower weight, blood sugar, but because of their side effects, should be used only under supervision of physicians. Total fasting reduces or eliminates hunger and causes rapid weight loss. In 1975, Allan Cott in his "Fasting as a Way of life" noted that "fasting brings a wholesome physiological rest for the digestive tract and central nervous system and normalizes metabolism."

It must be pointed out, however, that there are also many adverse effects of total fasting. That includes hypokalemia and cardiac arrhythmia associated with low calorie starvation diets used in unsupervised manner. Studies On Islamic Fasting There have been many studies on Ramadan Fasting. In 1996 , an international conference was held in Casablanca , Morocco , under King Hasan Foundation for Health in Ramadan and about 50 papers were presented including those from Dr. Soliman ( Jordan ), Azizi ( Iran ) , Naomani ( USA) and Athar(USA). The conclusions of these presentations were that Ramadan Fasting had beneficial effects on health especially on blood Glucose , blood pressure , lipid profile and weight. No serious adverse effects were noted ( ref 7-10 ) Why Islamic Fasting Is Different Than Other Types of Fasting (ref. 7)

1. As compared to other diet plans, in fasting during Ramadan, there is no malnutrition or inadequate calorie intake since there is no restriction on the type or amount of food intake during Iftaar or Sahar.

This was confirmed by M.M.Hussaini (ref. 6) during Ramadan 1974 when he conducted dietary analysis of Muslim students at the University of North Dakota State University at Fargo. He concluded that calorie intake of Muslim students during fasting was at two thirds of NCR- RDA.

2. Fasting, in Ramadan is voluntarily undertaken. It is not a prescribed imposition from a physician. In the hypothalamus part of the brain there is a center called "lipostat" which controls the body mass. When severe and rapid weight loss is achieved by starvation diet, the center does not recognize this as normal and, therefore re-programs itself to cause weight gain rapidly once the person goes off the starvation diet.

So the only effective way of losing weight is slow, self-controlled, and gradual weight loss by modifying our behavior, and the attitude about eating while eliminating excess food. Ramadan is a month of self-regulation and self-training in terms of food intake thereby causing hopefully, a permanent change in lipostat reading.

3. In Islamic fasting, we are not subjected to a diet of selective food only (i.e. protein only, fruits only etc). An early breakfast, before dawn is taken and then at sunset fast is broken with something sweet i.e. dates, fruits, juices to warrant any hypoglycemia followed by a regular dinner later on.

4. Additional prayers are prescribed after the dinner, which helps metabolize the food. Using a calorie counter, I counted the amount of calories burnt during extra prayer called Traveeh. It amounted to 200 calories. Islamic prayer called Salat uses all the muscles and joints and can be placed in the category of a mild exercise in terms of caloric out put.

5. Ramadan fasting is actually an exercise in self discipline. For those who are a chain smoker, or nibble food constantly, or drink coffee every hour, it is a good way to break the habit, hoping that the effect will continue after the month is over.

6. Psychological effect of Ramadan fasting are also well observed by the description of people who fast. They describe a feeling of inner peace and tranquility. The prophet has advised them "If one slanders you or aggresses against you, tell them I am fasting". Thus personal hostility during the month is minimal. It is my personal experience that within the first few days of Ramadan, I begin to feel better even before losing, a single pound. I work more and pray more; physical stamina and mental alertness improve. As I have my own lab in the office, I usually check my chemistry, that is, blood glucose, cholesterol, triglyceride before the commencement of Ramadan and at its end. I note marked improvement at the end.

As I am not overweight, thank God, weight loss is minimal. The few pounds I lose, I regain soon after. Fasting in Ramadan will be a great blessing for the overweight whether with or without mild diabetes (type II). It benefits those also who are given to smoking or nibbling. They can rid themselves of these addictions in this month. Fasting For Medical Patients: Suggested Guidelines (ref. 10) As mentioned earlier, patients are exempt from fasting. But some do decide to fast.

For physicians treating Muslim patients, the following guidelines are suggested.

1. Diabetic Patients: Diabetics who are controlled by diet alone can fast and hopefully with weight reduction, their diabetes may even be cured or at least improved. Diabetics who are taking oral hypoglycemia agents along with the diet should exercise extreme caution if they decide to fast. They should reduce their dose to one-third, and take the drug not in the morning, but with Iftar in the evening. If they develop low blood sugar symptoms in the daytime, they should break the fast immediately.

Diabetics taking insulin should not fast. If they do, at their own risk, they should do so under close supervision and make drastic changes in the insulin dose.

For example, eliminate short acting Insulin altogether and take only NPH or Lantus Insulin after Iftar or before Sahoor. Diabetics, if they fast, should still take a diabetic diet during Iftar, Sahoor and dinner. The sweet snacks common in Ramadan are not good for their disease. They should check their blood sugar before breakfast and after ending their fast.

2. Hypertensive or Cardiac Patients: Those who have mild to moderate high blood pressure along with being overweight should be encouraged to fast, since fasting may help to lower their blood pressure. They should see their physician to adjust medicines. For example, the dose of water pill (diuretic) should be reduced for fear of dehydration and long acting agents like Inderal LA or Tenormin can be given once a day before Sahar. Those with severe hypertension or heart diseases should not fast at all.

 3. Those with Migraine Headache: Even in tension headache, dehydration, or low blood sugar will aggravate the symptoms, but in migraine during fasting, there is an increase in blood free fatty acids, which will directly affect the severity or precipitation of migraine through release of Catecholamines. Patients with migraines are advised not to fast.

4. Pregnant Women (Normal Pregnancy): This is not an easy situation. Pregnancy is not a medical illness, therefore, the same exemption does not apply. There is no mention of such exemption in Quran. However, the Prophet said the pregnant and nursing women do not fast. This is in line with God not wanting anyone, even a small fetus, to suffer. There is no way of knowing, the damage to the unborn child until the delivery, and that might be too late. In my humble opinion, during the first and third trimester (three months) women should not fast.

If however, Ramadan happens to come during the second trimester (4th-6th months) of pregnancy, women may elect to fast provided that (1) her own health is good, and (2) it is done with the permission of her obstetrician and under close supervision. The possible damage to the fetus may not be from malnutrition provided the Iftar and Sahoor are adequate, but from dehydration, from prolonged (10-14 hours) abstinence from water. Therefore it is recommended that Muslim patients if they do fast. do so under medical supervision

UncategorizedSeptember 22, 2006 10:45 am

Dua hari lagi puasa ramadhan di mulai. Begitu banyak banget cobaan yang sedang gue alami. Mungkin Tuhan sedang baik dengan diriku, sehingga cobaan demi cobaan menghampiriku.

Kadang aku bingung, apakah orang-orang juga mengalami hal seperti diriku? Hmm.. mungkin aku masih lebih beruntung dari orang-orang lain.

Hari ini Power Breakfast digelar lagi. Dan hari ini kembali gue menjadi MC pada acara ini. Duh.. sebenernya cukup males juga ya, apa lagi mesti cas cis cus pake bahasa inggris pula. Semalem gue buat orat-oretan untuk bahan pembukaan MC dll. Hmm.. lumayan ngecap2.. hehe

Eniwei, sometimes i’ve been thinking of myself. How messy I am in financing my money. Sooo many expenses.. hiks..hiks.. Weekend besok kayaknya gue males kemana-mana deh.. mau tidur and stay at home nicely. Hehe.. Sekali lagi mau ngucapin met puasa ya buat semuanya.

UncategorizedSeptember 17, 2006 3:42 pm

Hari jumat,sabtu, minggu gak banyak yang dikerjaain. Hari jumat sih pulang agak larut malam juga.. soalnya bantuin kerjain proposalnya rike. Pulang dari kantor balik rumah dulu, mandi2 dan trus meluncur ke citos buat ketemuan ama anak IBP dan Natur trex. Disana ketemu inong dan juga wiwiek. Plus ketemu ama jeng tutut (milis putuss). Gue liat foto2nya mereka pas lagi jalan ke ciwidey, kawah putih dan gunung papandayan.. WAaaaaaahh.. keren banget… sayang gue gak ikutan. Dan lebih sedihnya lagi, sabtu dan minggu ini anak2 IBP pada ke pulau Pramuka, tp gue gak bisa ikutan.. soalnya lagi atit.. huhuhuhu.. akyuu sedih banget… Tapi tak apa lah..

Hari sabtu kemaren juga gak terlalu banyak jalan. Soalnya males banget.. pengen istirahat. Sorenya baru anter mama dan malemnya ke centro ama aris krn mau beli sprey.. Sebenernya ada undangan pernikahan nadia, cuman gue males banget dateng.. Jadi yaa, i better go to centro deh
Malem sabtunya, gue ketemu temen lama yang udah lama gak online. Gilaaa.. sumprit.. kangen dan kaget banget. Namanya Adrian Radi. Sekarang udah di UK aja dia.. huhhu.. been soo long banget gak ketemu.. eh tau-tau di buzz gue..

Hari minggu ini cuman kumpulan di rumah uwa mimi di depok. Udah lama juga gak kumpul2 ama keluarga papa. Tapi yaa gitu, yang dateng orangnya itu-itu aja.. tadinya abis dari depok mau jalan ke senayan, tp udah kesorean dan gue dah keburu males banget.

Dan seperti biasa, orang-orang udah pada mulai nanya2, jadi, kapan undangan?? undangan ape?? ulang taun?? udah lewat kaleee.. hehehe…  

Udah ah.. mau bobo cantik dulu nih..

oh iya, hari ini sempet foto-foto narcis.. jadi malu. hehehe..

 

 

UncategorizedSeptember 14, 2006 8:46 am

STRESS MANAGEMENT

Zoya Dianaesthika Jusung-Amirin

 

I.             Definisi Stress

 

“Stress (n), Psychological and physical strain or tension generated by physical, emotional, social, economic, or occupational circumstances, events, or experiences that are difficult to manage or endure.” ( Colman, Andrew M. (1st ed.).(2001). Oxford Dictionary Of Psychology. hal. 711)

 

Pada waktu kita berbicara tentang  stress, biasanya pembicaraan itu berawal dari suatu keadaan atau situasi yang sulit untuk dihadapi sementara tuntutan untuk keberhasilan dalam menghadapi situasi tersebut sangat tinggi sehingga menyebabkan ketegangan dan perasaan tidak nyaman. Kita dapat memahami arti kata stress tersebut karena pernah mengalami pengalaman pribadi yang serupa dan berdampak sama. Karena pengalaman tersebut sifatnya sangat umum dan orang seringkali memberi label “stress” untuk situasi seperti diatas berdasarkan pengalaman pribadi dalam hidupnya, mungkin diharapkan bahwa konsep mengenai stress itu sendiri dapat diuraikan secara sederhana. Tetapi pada kenyataannya tidak.

Stress psikologis telah dikonsepkan dalam 3 cara (Baum, 1990; Coyne & Holroyd, 1982; Hobfoll, 1989) :

A.     Konsep yang fokusnya pada lingkungan, mendeskripsikan stress sebagai stimulus, dimana referensi  sumber atau penyebab ketegangannya adalah suatu kejadian atau rangkaian peristiwa yang terjadi. Contohnya seperti yang banyak dialami dalam pekerjaan yang tingkat stress-nya tinggi. Kejadian atau keadaan yang direspon sebagai ancaman atau sesuatu yang membahayakan diri kita, sehingga menimbulkan perasaan tegang, disebut stressors.

B.     Pendekatan yang memperlakukan stress sebagai suatu response, yang terfokus pada reaksi seseorang terhadap stressors. Contohnya adalah ketika seseorang menggunakan kata stress untuk menjelaskan tingkat ketegangan dalam dirinya. Response tersebut mempunyai 2 komponen yang saling berkaitan, yaitu komponen psikologis; yang melibatkan perilaku, pola pikir, dan emosi, dan komponen fisiologis; yang melibatkan peningkatan rangsangan tubuh seperti jantung berdebar, sakit perut, berkeringat, dan lain sebagainya. Respon psikologis dan fisiologis seseorang terhadap stressor disebut strain.

C.     Pendekatan yang mendeskripsikan stress sebagai sebuah proses yang melibatkan stressors dan strains, ditambah dengan sebuah bentuk hubungan yang penting yaitu hubungan antara seseorang dan lingkungannya (Cox, 1978; Lazarus & Folkman, 1984). Proses ini melibatkan interaksi dan penyesuaian secara berkesinambungan yang disebut transactions, antara seseorang dan lingkungannya, dimana keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Contohnya, seseorang yang terjebak dalam kemacetan dan terlambat untuk suatu appointment terus melihat jamnya, terus membunyikan klakson mobilnya, dan menjadi semakin marah setiap menitnya.

 

“Stress is the conditionthat results when person-environment transactions lead the individual to perceive a discrepancy-whether real or not-between the demands of a situation and the resources of the person’s biological, psychological, or social systems” (Sarafino, Edward P. (3rd ed.). (1990). Health Psychology. hal 70.)

 

  Transactions yang mengarah pada kondisi stress umumnya melibatkan proses assesment yang oleh Richard Lazarus dan rekannya menyebut hal ini sebagai cognitive appraisal (Cohen & Lazarus, 1983; Lazarus & Folkman, 1984b; Lazarus & Launier, 1978). Cognitive appraisal adalah suatu proses mental yang dimana ada 2 faktor yang dinilai oleh seseorang: (1) apakah sebuah tuntutan mengancam kesejahteraannya dan (2) resources yang tersedia untuk memenuhi tuntutan tersebut. Kedua faktor tersebut, membuat perbedaan antara dua macam penilaian yaitu primary dan secondary. Penilaian primary adalah proses penilaian pada waktu kita mendeteksi suatu keadaan yang potensial untuk menyebabkan stress, dan penilaian secondary mengarah pada resources yang tersedia pada diri kita untuk menanggulangi stress.

Penilaian terhadap suatu keadaan yang dapat menyebabkan stress disebut  stress appraisals. Menilai suatu keadaan sebagai suatu keadaan yang dapat mengakibatkan stress tergantung dari 2 faktor, yaitu faktor yang berhubungan dengan orangnya (personal factors) dan faktor yang berhubungan dengan situasinya. Personal factors didalamnya termasuk intelektual, motivasi, dan personality characteristics.

Pada umumnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi stress appraisals, yaitu :

A.     Kejadian yang melibatkan tuntutan yang sangat tinggi dan mendesak sehingga menyebabkan ketidaknyamanan

B.     Life transitions, dimana kehidupan mempunyai banyak kejadian penting yang menandakan berlalunya perubahan dari kondisi atau fase yang satu ke yang lain, dan menghasilkan perubahan substansial dan tuntutan yang baru dalam kehidupan kita.

C.     Timing juga berpengaruh terhadap kejadian-kejadian dalam kehidupan kita, dimana apabila kita sudah merencanakan sesuatu yang besar dalam kehidupan kita dan timing-nya meleset dari rencana semula, itu juga bisa menimbulkan stress.

D.     Ambiguity, yaitu  ketidakjelasan akan situasi yang terjadi

E.     Desirability, ada beberapa kejadian yang terjadi diluar dugaan kita

F.     Controllability, yaitu apakah seseorang mempunyai kemampuan untuk merubah atau menghilangkan stressor. Seseorang cenderung untuk menilai suatu situasi yang tidak terkontrol sebagai suatu keadaan yang lebih stressful, daripada situasi yang terkontrol.

 

II.           Aspek Psikososial dari Stress

Kita dapat melihat bahwa ada hubungan antara sistem biologis, psikologis dan sistem sosial pada waktu stress. Stressors menghasilkan perubahan fisiologis, tetapi faktor psikososial juga mempunyai peranan. Tingkat stress yang tinggi dapat mempengaruhi ingatan dan perhatian seseorang  karena stress dapat menyebabkan ketidakseimbangan fungsi cognitive, seringkali dengan mengalihkan perhatian kita. Sebagai contoh, kebisingan dapat menjadi stressor, dan ada orang yang tinggal di lingkungan yang sangat bising, misalnya di dekat rel kereta atau jalan bebas hambatan. Bagaimana kebisingan yang sifatnya kronik tersebut dapat mempengaruhi cognitive performance seseorang? Banyak orang dapat mengatasi keadaan stress seperti ini dengan mengganti fokus perhatiannya dari kebisingan itu dengan aspek-aspek yang relevan dari suatu tugas cognitive. Tetapi stress juga dapat meningkatkan konsentrasi kita, khususnya terhadap stressor.

Emosi cenderung untuk menyertai stress, dan seseorang seringkali menggunakan tingkat emosionalnya untuk mengevaluasi stress mereka. Cognitive appraisal processes dapat mepengaruhi pengalaman stress dan emosional (Maslach, 1979; Schachter & Singer, 1962, 1979; Scherer, 1986). Sebagai contoh : kemungkinan kita mengalami stress dan ketakutan apabila kita berhadapan dengan ular pada waktu kita melintasi hutan, khususnya apabila kita tahu bahwa ular tersebut berbisa. Emosi kita tidak akan senang atau excitement, kecuali apabila kita memang mempelajari tentang ular dan kita mencari jenis ular tersebut. Kedua situasi tersebut  dapat menimbulkan stress, tetapi kita akan mengalami ketakutan apabila penilaian akan kejadian itu adalah sebagai suatu ancaman, dan kita akan mengalami excitement apabila penilaian akan kejadian itu adalah sebagai suatu tantangan. 

Ada beberapa reaksi emosional yang umum terjadi pada waktu stress :

A.     Ketakutan adalah reaksi emosional yang mengikutsertakan ketidaknyamanan psikologis dan rangsangan fisik apabila kita merasa terancam.

B.     Phobia adalah ketakutan yang intense dan irrational yang dikaitkan dengan kejadian dan situasi yang khusus.

C.     Anxiety adalah perasaan ketidaknyamanan yang tidak jelas atau samar-samar yang seringkali melibatkan ancaman yang relatif tidak jelas atau tidak spesifik

D.     Anger, khususnya ketika seseorang menerima suatu keadaan sebagai keadaan yang membahayakan atau frustrating

Stress juga dapat menimbulkan perasaan sedih atau depresi. Perbedaan antara depresi normal dan depresi sebagai serious disorder adalah masalah tingkatannya. Depresi dapat menjadi psychological disorder apabila fatal, sering terjadi dan long-lasting sifatnya. Orang dengan disorder ini cenderung untuk :

·         Umumnya mempunyai unhappy mood

·         Hopeless tentang masa depannya

·         Kelihatan pasif dan tidak mempunyai semangat

·         Memperlihatkan kebiasaan makan dan tidur yang kacau

·         Mempunyai kepercayaan diri yang rendah dan sering menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang mempengaruhi kehidupannya

 

III.         Sumber-sumber Stress dalam kehidupan

III.1. Sumber Stress dari Individu

Kadang-kadang sumber stress adalah dari individu/orangnya sendiri. Satu jalan yang dapat menimbulkan stress dari orangnya sendiri adalah melalui penyakit yang diderita oleh seseorang. Menjadi sakit menempatkan demands pada sistem biologis dan psikologis, dan tingkatan stress yang dihasilkan oleh demands tersebut tergantung dari keseriusan penyakit dan umur dari orang tersebut. Hal lain yang dapat menimbulkan stress dari orangnya sendiri adalah melalui penilaian dari motivational forces yang bertentangan, ketika terjadi konflik dalam diri seseorang dan biasanya orang tersebut berada dalam suatu kondisi dimana dia harus menentukan pilihan dan pilihan tersebut sama pentingnya.

 

III.2. Sumber Stress Dalam Keluarga

Perilaku, kebutuhan dan personality dari tiap anggota keluarga yang mempunyai pengaruh dan berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya, kadang-kadang menimbulkan stress. Konflik interpersonal dapat timbul sebagai akibat dari masalah keuangan, inconsiderate behavior, atau tujuan yang bertolak belakang.  Dari banyak sumber stress dalam keluarga, ada 3 hal yang paling banyak terjadi, yaitu :

A.     Bertambahnya anggota keluarga dengan kelahiran anak, dapat menimbulkan stress yang berkaitan dengan masalah keuangan (tambah anak bertambah pula biaya pengeluaran), masalah kesehatan dan ketakutan bahwa hubungan antara suami-istri dapat terganggu

B.     Perceraian, dapat menghasilkan  banyak stressful transitions untuk semua anggota keluarga karena mereka harus menghadapi perubahan dalam status sosial, pindah rumah, dan perubahan kondisi keuangan

C.     Anggota keluarga yang sakit, cacat, dan mati, yang pada umumnya memerlukan adaptasi, kemampuan untuk mengatasi perasaan sedih atau duka yang mendalam dan kesabaran.

 

III.3. Sumber Stress dalam Komunitas dan Lingkungan

  Hubungan yang dibuat seseorang diluar lingkungan keluarganya dapat menghasilkan banyak sumber stress. Salah satunya adalah bahwa, hampir semua orang pada suatu saat dalam kehidupannya mengalami stress yang berhubungan dengan pekerjaannya. Hal ini disebabkan karena tuntutan pekerjaan yang dapat menghasilkan stress dalam 2 cara :

A.     Beban pekerjaan yang terlalu tinggi, sebagai akibat dari keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih atau jabatan yang lebih tinggi

B.     Beberapa macam aktivitas lebih stressful daripada yang lainnya, apabila pekerjaan yang dilakukan terus menerus underutilize kemampuannya

Bentuk aktivitas yang lain yang dapat menimbulkan stress adalah pada waktu akan diadakannya evaluasi kinerja karyawan, yang merupakan suatu proses yang seringkali sulit baik untuk supervisor maupun karyawannya.

Beberapa aspek dari pekerjaan  dapat meningkatkan stress pekerja, diantaranya adalah :

A.     Lingkungan kerja (tingkat kebisingan, temperature, kelembaban, atau illumination-nya)

B.     Reliabilitas peralatan kerja (kinerja mesin, komputer, dll.)

C.     Hubungan interpersonal yang buruk

D.     Kurangnya pengakuan dari atasan atas hasil kerja yang baik dan tidak adanya kemajuan dalam pekerjaan

E.     Kehilangan pekerjaan akibat dipecat atau pensiun

 

IV.        Coping With Stress

Individu dari semua umur mengalami stress dan mencoba untuk mengatasinya. Karena ketegangan fisik dan emosional yang menyertai stress menimbulkan ketidaknyamanan, seseorang menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi stress.  Hal-hal yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari coping. Coping adalah proses dimana seseorang mencoba untuk mengatur perbedaan yang diterima antara demands dan resources yang dinilai dalam suatu keadaan yang stressful. Walaupun coping efforts dapat diarahkan untuk memperbaiki atau menguasai suatu masalah, hal ini juga dapat membantu seseorang untuk mengubah persepsinya atas ketidaksesuaian, mentolerir atau menerima bahaya atau ancaman, atau melepaskan diri atau menghindari situasi stress. Stress diatasi dengan cognitive dan behavioral transactions dengan lingkungan.

Proses coping bukan hanya satu kejadian. Karena coping melibatkan ongoing transactions dengan lingkungan, dan proses tersebut sebaiknya dilihat sebagai suatu dynamic series.

 

IV.1. Proble Focused Coping

Problem focused coping ditujukan dengan mengurangi demands dari situasi yang stressful atau memperluas resource untuk mengatasinya. Seseorang cenderung menggunakan metode problem focused coping apabila mereka percaya bahwa resources atau demands dari situasinya dapat dirubah.

 

IV.2. Emotion Focused Coping

Emotion Focused Coping ditujukan untuk mengontrol respon emosional terhadap situasi stress. Seseorang dapat mengatur respon emosionalnya melalui pendekatan behavioral dan cognitive.

 

IV.3. Metode Coping

Menurut Folkman & Lazarus (Folkman & Lazarus, 1988; Folkman et al., 1986), skill dan strategi coping diuraikan sebagai berikut :

A.     Planful problem-solving

B.     Confrontive coping

C.     Seeking social support

D.     Distancing (emotion-focused)

E.     Escape-avoidance

F.     Self-control

G.    Accepting responsibility

H.    Positive reappraisal

 

V.           Stress Management

Stress adalah suatu kondisi normal pada waktu menghadapi perubahan dan ancaman dengan respon yang dapat adaptive. Stress melibatkan perubahan fisiologis yang kemungkinan dapat dialami sebagai baik sebagai anxiousness (distress) atau pleasure (eustress). Tugas dari tiap orang untuk menemukan nilai optimum dari stress stimulation, yang menyegarkan dan energizing, dan dengan tetap mempertahankan tingkatan relaksasi. Tiap orang harus juga mencari keseimbangan antara periode stress dan ketenangan diri. Stress management adalah usaha seseorang untuk mencari cara yang paling sesuai dengan kondisinya untuk mengurangi stress yang terjadi dalam dirinya.

Ada beberapa strategi atau metode untuk mengurangi stress. Diantaranya adalah muscle relaxation exercises, meditational breathing, suntikan pereda stress, dan prioritizing. Bagaimanapun juga, tidak semua pendekatan untuk stress management ditujukan untuk mengurangi stress. Jadi, semuanya tergantung dari kondisi masing-masing individu, tingkatan stress yang ada dan kejadian yang melatarbelakangi stress-nya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Brammer, Lawrence M., Abrego, Philip J., Shostrom, Everett L. (6th ed.). (1993). Theraupetic Counseling and Psychotherapy. USA: Prentice-Hall, Inc.

Sarafino, Edward P. (3rd ed.). Health Psychology, Biopsychosocial Interactions. USA: John Wiley & Sons

Colman, Andrew M. (1st ed.).(2001). Oxford Dictionary Of Psychology. New York, NY: Oxford University Press Inc.

 

 

—————————————

UncategorizedSeptember 11, 2006 5:33 pm

Duuh… sebel deh.. udah 3 hari sakit mual-mual dan muntah-muntah ditambah pusing-pusing.
Sempet juga sih khawatir dengan diri sendiri.. ada apa kah gerangan dengan gue…
akhirnya gue paksain juga deh ke rumah sakit.

Hari ini kerja setengah hari soalnya kepikiran mau kirim kuesioner supaya di approve ama Pak Nelson dan Mbak Fina dari sanofi aventis.
trus begitu semua dah beres, gue pamit ke rumah sakit. Sempet sms iskandar buat nemenin di rumah sakit. Abis kyknya agak garing ajah kalo sendirian. Untungnya hari ini iskandar libur. Jadi, pas banget. hehehe.. (Makasih ya isk dah mau nemenin 3 jam di rumah sakit).

Sampe rumah sakit jam 2pm, gila ajaaa… ngantrinya panjang benerrrr… antrian nomer 37 ajah… Mau tau akhirnya masuk jam brp?? jam 4.30pm ajah loh… Sampe di ruang periksa, Dr. Waldemar udah mulai mengintrogasi dengan penyakit gue.. sambil dia melihat2 catatan penyakit gue.. huhuhu… Dia tanya keluhan2 gue apa.. Pas gue bilang, pusing, mual-mual dan muntah.. ketakutan gue ternyata jadi kenyataan.. Yapp.. gue mesti di endoskopi… duuh.. di teropong dari mulut…  Serem dan menakutkan…  Dan dokter Waldemar udah gak ada ampun lagi, karena ini udah mesti dilakukan dan gak bisa dihindari.. duh..duh…

Terpaksa deh besok mesti menjalani serangkaian proses endoskopi.

Trus sekitar jam 8an gue online. Sambil cek imel dari klien2 sih.. ada beberapa imel dari si irwin hankins, blm lagi dari clarence lim dengan permintaan quotationnya, trus ada juga email dari pak nelson dan yang menarik adalah reply email dari pak kusmar buat irwin.
Gue baca replynya.. hmm.. satu kata aja: BRAVO!! Semoga  apa yang disebutkan pada email nya pak Kusmar, bisa membuka matanya si Irwin. Dia selalu semena-mena sih..  Australian guy satu itu emang edan!!!

Sekitar jam 9 kurang, gue di buzz ama bapak dokter itu. Hah!!! akhirnya, dia minta maaf atas perkataan kasar dia. Mungkin dia baca blog gue kali ya.. Bagus deh!! Biar nyadar.. who do you think you are??? Gilaa aja… emangnya gue mau ama dia??? Gue cuman trying to be nice aja ama dia sekarang. No more him in my life deh… Udah tutup buku!!! Meskipun dia hari ini ngebaikin gue kayak apapun, gue dah gak ada toleransinya.. Males… Meskipun rada seneng juga sih dia online, soalnya bisa nanya2 soal kesehatan gue yang saat ini lagi ambruk.. Besok sih rencananya dia janjian mau online, tp we’ll see aja tomorrow.

Yang pasti gue kangen banget ama Mas Jaff. Tomorrow he will go to Germany and stay there for a few weeks. Im gonna miss him.. Sooo much…

Udah ah.. mau bobo.. dah jam setengah satu malam… dan gue sekarang kelaparan.. huhuhu… mana mesti puasa …

daaaaahhhh 

UncategorizedSeptember 10, 2006 1:55 pm

he is such a big lier..

gue benci banget ama dia. how come dia bilang mau pergi, tp masih keliatan online.

Huh, dasar pembohong.. gue benci banget..

rasanya, rasa cinta itu udah gak ada lagi.

dia bilang mau balik lagi ama gue, tp apaan.. kelakuannya masih gak berubah.

such a big lier.. untungnya, gue gak sama dia lagi…

sakit hati gue rasanya masih belum terobati.

No more him in my life..

masih mending mas jaff.. 

jangan harap gue balik ama dia lagi…

 

UncategorizedSeptember 2, 2006 6:31 pm

 

Perjalanan ini sebenernya udah seminggu yang lalu, namun karena kesibukan diriku, gue belum sempet upload ke blog ku ini..

berikut sebagian foto-fotonya..

saat-saat di Bali..

 

 

 

Lainnya nyusul ya..

udah ngantuk… dah jam 1.44 am..

 

Uncategorized 6:24 pm

gilaa

udah lama banget gak nge-blog.

Maklum deh.. udah berapa  minggu terakhir ini jarang online juga.

PC gue yang udah lama itu sering nge-hang dan  akhirnya dibawa juga ke octal buat di tambah memory dan VGA card.

Hari ini gue ngejenguk maya and om bambang bareng ama yohan dan sheila. Mereka berdua kena demam berdarah.

Oh iya, hari ini seperti yang dijanjikan, gue dan tiziano hari ini ngobrol banyak. Waktu hari rabu sempet ngobrol via telp. Dia bilang bahwa gue udah salah faham. Trus gue sempet ngobrol juga ama Peo. Hmm.. and he doubt about it. Entahlah.. Mungkin biarkan mengalir..

Mungkin gue emang masih sayang ama dia, tp gue blm yakin apakah dia juga bener-bener sayang ama gue..

Padahal 23 Agustus kemaren, seharusnya hubungan gue dan dia udah setahun. Mungkin break-nya hubungan gue dan dia membuat dia berfikir lagi kali ya..

Sementara itu kemaren sempet ngobrol2 ama Jaff.. kalo akhir tahun ini dia bakalan datang lagi ke Jakarta dan ngajak gue jalan bareng lagi ama dia, diantaranya ke Taman SAfari (again).. dan juga ke Bandung dan mungkin Bali.. Duuh.. gue jadi kangen ama Mas Jaff…